Opening Ceremony Haflatul Imtihan Miftahul Huda XXXVII

14 Jun 2026 Berita administrator 37 kali diakses
Opening Ceremony Haflatul Imtihan Miftahul Huda XXXVII

Jejak Juang dalam Harmoni Muharram dan Milad ke-37

Yayasan Pendidikan Miftahul Huda Desa Sungai Malaya kembali menggelar Gebyar Milad ke-37. Malam Opening Ceremony sebagai penanda seluruh rangkaian acara resmi dimulai dan puncaknya pada hari Sabtu (20/6/2026). Kali ini bertepatan dengan bulan Muharram 1478 H. sehingga tidak hanya memperingati hari jadi Miftahul Huda, tetapi juga diselaraskan dengan momentum bulan Muharram yang penuh kemuliaan.

Sebagaimana lazimnya, rangkaian kegiatan tahunan ini bukan hanya menjadi ajang seremonial belaka, melainkan juga menjadi wadah perjuangan, kolaborasi, serta refleksi spiritual bagi para murid, warga madrasah dan seluruh pihak yang terlibat.

Ciri khas peringatan milad ini adalah musabaqah atau lomba antar murid. Kegiatan ini mencakup berbagai cabang perlombaan, seperti qiratul Qur'an, hafalan surat-surat pendek dalam al Qur'an, pidato, puisi dan beberapa lomba untuk kebugaran fisik sampai perlombaan yang semata untuk membahagiakan murid-murid.

Dibalik atmosfer kompetitif dari berbagai kegiatan musabaqah, tersimpan semangat juang para murid yang tak hanya berupaya sebagai juara, tetapi melatih mereka berikhtiar, tawakkal dan keikhlasan.

Disamping itu, aneka lomba dalam kegiatan tahunan ini menjadi ajang pengujian kemampuan intelektual, keteguhan hati dan spiritualitas mereka. Dalam setiap lantunan doa, bacaan surat-surat pendek dalam al Qur'an, dalam lantang pidato dan puisi menggambarkan mereka telah menempa diri menjadi insan yang anfauhum linnas, memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, agama dan negara. Menempa diri menjadi manusia yang memiliki ilmu, iman dan adab.

Tahun ini yang menjadi panitia adalah alumni-alumni Miftahul Huda yang telah melanjutkan rihlah ilmiah ke jenjang yang lebih tinggi dan memiliki pengalaman organisasi yang mumpuni. Hal ini menunjukkan niat serius madrasah untuk memperkuat relasi sosial antara madrasah dan lingkungannya.

Setiap hari, siang maupun malam, halaman madrasah penuh oleh tumpah ruah masyarakat dan wali murid yang hendak menyaksikan perlombaan. Dengan demikian, ajang ini menjadi titik awal persemaian relasi sosial antara madrasah dan lingkungannya.

Kembali
0 Komentar
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar