DUA SRIKANDI MATAMUDA

15 Jul 2026 Berita administrator 76 kali diakses
DUA SRIKANDI MATAMUDA

Sukses hari kedua Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Huda tidak lepas dari keterlibatan "Dua Srikandi" yang sangat agresif dan penuh talenta. Utamanya di Ice Breaking, mereka secara piawai mendesain suasana yang menyenangkan bagi murid baru.

Adalah Ririn Munawwarah, S. Pd. I dan Rizqiyah, S. Pd. Dua Srikandi yang juga guru di MTs Miftahul Huda, mampu melakukan "bina suasana" secara aktraktif, murid-murid merasa nyaman, aman dan bahagia. Seolah-olah murid-murid baru berkata "Tidak salah kita belajar di madrasah ini".

Satu hal yang bisa dipahami, bahwa kepiawaian dua Srikandi ini sebagai pembuktian yang meruntuhkan konstruksi sosial terkait peranan wanita, hingga saat ini. Bahwa, wanita juga bisa berperan secara baik dalam setiap momen yang kontribusinya tidak diragukan lagi tanpa menafikan kodratnya sebagai wanita.

Hal ini mengingatkan kita pada perkataan seorang ulama ahli hadis dan pakar sejarah , yakni Imam adz Dzahabi. Ulama kelahiran Damaskus ini pernah berkata: Kita tidak bisa menutup mata, bahwa ada sejumlah tabi'in yang berguru kepada sahabat perempuan. Masih menurut beliau, bahwa ulama kesohor Ibnu Asakir pernah berguru kepada 80 orang ulama perempuan.

Dua Srikandi ini juga mengingatkan kita pada Sayyidah Nafisah, ulama perempuan guru Imam Syafi'i, pendiri madzhab fikih yang kini dianut mayoritas muslim di Indonesia, bahkan di dunia.

Artinya, jika perempuan diberikan kesempatan untuk memainkan perannya, tidak mustahil mencapai suatu capaian yang melampaui kemampuan seorang laki-laki. Dan, sejarah membuktikan betapa perempuan memiliki peran krusial dalam tradisi keilmuan Islam.



Kembali
0 Komentar
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar