MATAMUDA HARI KEEMPAT
Wawasan Kebangsaan
Muslim yang baik dipastikan akan menjadi warga negara yang baik pula. Sebab ketaatan terhadap peraturan negara yang tidak bertentangan dengan syariat Islam adalah kewajiban yang harus ditaati. Selain itu, agama dan negara merupakan kesatuan yang saling menguatkan satu dengan yang lain.
Al Qur'an menegaskan untuk taat kepada Allah, rasul dan ulil amri. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara ulil amri bermakna pemimpin sebuah negara. Maka, mentaati hukum negara selama tidak bertentangan dengan hukum Islam adalah kewajiban.
Karenanya, materi wawasan kebangsaan harus diinjeksikan sedari awal sebelum murid-murid terkontaminasi oleh paham radikalisme yang berpotensi merusak nalar agama.
Pemateri kali ini adalah Muhammad Sada'i, guru sekaligus Wakil Kepala dan juga anggota Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat. Menggunakan bahasa yang datar disertai guyonan namun sarat akan makna beliau menyampaikan materi dasar-dasar wawasan kebangsaan.
Tujuannya adalah supaya madrasah tidak hanya memiliki misi keagamaan (religious mission) yang diharapkan mampu membentuk Muslim yang taat, melainkan juga turut serta menginjeksikan nilai-nilai kebangsaan sehingga murid menjadi warga negara yang baik dan menghormati nilai-nilai keindonesiaan, termasuk pluralitas (keberagaman).
Selain itu, cinta tanah air adalah bagian dari iman. Konsep ini mengajarkan beberapa nilai antara lain kecintaan terhadap lingkungan sekitar dan bagaimana merawatnya serta kecintaan terhadap tradisi dan kearifan lokal.
0 Komentar
Tinggalkan Komentar