You need to enable javaScript to run this app.

MODUL AJAR AKIDAH KLS VII

  • Selasa, 16 Juni 2026
  • Administrator
  • 0 komentar
MODUL AJAR AKIDAH KLS VII

MODUL AJAR DEEP LEARNING (KBC)

MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK

BAB 1 : AKIDAH ISLAM

 

A. IDENTITAS MODUL

Nama Sekolah                    : MTs Miftahul Huda

Nama Penyusun                 : Saniwar, S. Pd. I

Mata Pelajaran                  : Akidah Akhlak

Kelas / Fase / Semester      : VII / D / Ganjil

Alokasi Waktu                   : 8 JP (4 kali pertemuan @ 2 JP)

Tahun Pelajaran                : 2026 / 2027

 

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  • Pengetahuan Awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang Islam sebagai agama mereka dan mengenal konsep Tuhan (Allah Swt.) dalam kehidupan sehari-hari.
  • Minat: Peserta didik memiliki minat terhadap cerita-cerita inspiratif (kisah nabi dan orang saleh) dan diskusi kelompok mengenai isu-isu keimanan yang relevan dengan kehidupan remaja.
  • Latar Belakang: Peserta didik berasal dari lingkungan keluarga Muslim yang telah menanamkan nilai-nilai dasar keislaman sejak dini.
  • Kebutuhan Belajar:
    • Visual: Membutuhkan gambar, peta konsep, dan video singkat untuk memahami konsep akidah yang abstrak.
    • Auditori: Membutuhkan penjelasan lisan yang jernih, pembacaan dalil (Al-Qur'an dan Hadis), serta diskusi interaktif untuk memperkuat pemahaman.
    • Kinestetik: Membutuhkan aktivitas yang melibatkan gerakan atau interaksi, seperti bermain peran, membuat karya (peta konsep), dan presentasi kelompok.

 

C. TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA

  • Topik Panca Cinta: Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu
  • Materi Insersi: Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. sebagai inti dan muara kehidupan, Ibadah sebagai wujud cinta kepada Allah Swt., Ilmu sebagai penuntun keseimbangan hidup.

 

D. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  • Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
    • Konseptual: Memahami pengertian akidah, dasar-dasar akidah Islam, tujuan mempelajarinya, serta makna Iman, Islam, dan Ihsan sebagai satu kesatuan yang lahir dari rasa cinta.
    • Prosedural: Mampu mengomunikasikan dasar-dasar akidah Islam dan mengidentifikasi contoh perilaku yang mencerminkan akidah yang benar dalam kehidupan.
  • Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini membantu peserta didik membangun fondasi keimanan yang kokoh sebagai landasan berpikir dan bertindak, menumbuhkan rasa cinta dan bangga menjadi seorang Muslim, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang keyakinan mereka.
  • Tingkat Kesulitan: Sedang. Konsepnya bersifat fundamental namun memerlukan pemikiran yang mendalam dan penghayatan untuk dapat diinternalisasi.
  • Struktur Materi: Dimulai dari pengertian dasar akidah, landasan hukumnya (Al-Qur'an dan Hadis), tujuan mempelajarinya, hingga pendalaman konsep Iman, Islam, dan Ihsan sebagai pilar utama akidah.
  • Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini secara inheren mengintegrasikan nilai cinta kepada Allah, kejujuran, istiqamah (konsisten), dan rasa ingin tahu dalam mencari kebenaran. Pembelajaran ini bertujuan membentuk pribadi yang memiliki akidah yang lurus sebagai wujud cinta tertinggi kepada Sang Pencipta.

 

E. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  • Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Membangun fondasi keyakinan yang kokoh kepada Allah Swt. sebagai landasan utama dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam segala aspek kehidupan.
  • Kewargaan: Membentuk warga negara yang memahami hak dan kewajibannya, serta mampu berkontribusi aktif bagi masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
  • Penalaran Kritis: Mampu mengolah informasi secara logis dan sistematis untuk memahami konsep-konsep akidah serta menjawab pertanyaan mendasar tentang keyakinan.
  • Kreativitas: Mampu menyajikan pemahaman tentang kebenaran akidah melalui karya-karya sederhana seperti peta konsep atau media presentasi lainnya.
  • Kolaborasi: Mampu bekerja sama dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah dan memperdalam pemahaman tentang materi keimanan.
  • Kemandirian: Memiliki rasa tanggung jawab pribadi dalam membangun dan menjaga fondasi keimanan yang telah dipelajari.
  • Kesehatan: Menjaga kesehatan rohani dengan meyakini akidah yang benar sehingga tercapai ketenangan jiwa dan kebahagiaan hakiki.
  • Komunikasi: Mampu mengomunikasikan dasar-dasar dan contoh kebenaran akidah Islam secara jelas dan meyakinkan kepada orang lain.

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

 

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir fase D, pada elemen akidah, peserta didik diarahkan memperkuat akidah Islam melalui pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah pada materi akidah Islam, rukun iman, sifat-sifat Allah Swt. dan al-Asma' al-Husna. Pada elemen akhlak, peserta didik mampu memahami akhlak terpuji (mahmudah) dan akhlak tercela (madzmumah) agar dapat menjauhkan diri dari perilaku tercela dan membiasakan diri dengan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari. Elemen adab mengarahkan peserta didik memahami adab dalam hubungannya dengan Allah Swt. (hablum minallah), sesama manusia (hablum minannas), dan makhluk lainnya sehingga terbentuk pribadi yang cerdas, berkarakter, dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Elemen kisah keteladanan menitikberatkan pada pemahaman terhadap kisah nabi dan rasul dan para sahabat rasul sebagai teladan dan ibrah bagi peserta didik dalam berperilaku seharihari..

 

Elemen

Capaian Pembelajaran

Akidah

Memahami akidah Islam (iman, islam, ihsan), al-Asma' al-Husna (al-Bashith, alGani, ar-Ra'uf, al-Barr, al-Fattah, al-'Adl, al-Wakil, at-Thawwab, al-Lathif, alQohhar), dan enam rukun iman.

Akhlak

Memahami akhlak terpuji (taubat, taat, istiqamah, ikhlas, ikhtiar, tawakal, qana'ah, sabar, syukur, husnuzhan, tawadlu', tasamuh, ta'awun, berilmu, kreatif, produktif, dan inovatif), dan cara menghindari akhlak tercela (riya, nifak, putus asa, ananiyah, dendam, ghadhab, khalwat dan ikhtilath).

Adab

Memahami keteladanan kisah Nabi Yunus a.s., Nabi Ayub a.s., Nabi Dawud a.s., Nabi Sulaiman a.s., dan Khulafaurrasyidin.

Kisah Keteladanan

Memahami keteladanan kisah Nabi Yunus a.s., Nabi Ayub a.s., Nabi Dawud a.s., Nabi Sulaiman a.s., dan Khulafaurrasyidin.

 

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Bahasa Indonesia: Kemampuan memahami dan menganalisis teks narasi (kisah-kisah teladan) dan teks eksposisi (penjelasan konsep akidah).
  • Sejarah Kebudayaan Islam (SKI): Memahami konteks sejarah penurunan wahyu dan perjuangan para nabi dalam menegakkan akidah.
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn): Menghubungkan konsep akidah Islam dengan sila pertama Pancasila, "Ketuhanan Yang Maha Esa".

 

 

 

 

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Pertemuan 1: Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Akidah Islam dan dasar-dasar hukumnya dengan penuh rasa cinta dan keyakinan. (2 JP)
  • Pertemuan 2: Peserta didik mampu menguraikan tujuan dan manfaat mempelajari Akidah Islam sebagai jalan untuk memperkuat cinta kepada Allah Swt. (2 JP)
  • Pertemuan 3: Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Iman, Islam, dan Ihsan sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan. (2 JP)
  • Pertemuan 4: Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara Iman, Islam, dan Ihsan serta menyajikan contoh nyata kebenaran akidah dalam bentuk karya sederhana. (2 JP)

 

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan makna akidah secara bahasa dan istilah.
  2. Menunjukkan dalil naqli dari Al-Qur'an dan Hadis sebagai dasar Akidah Islam.
  3. Menjelaskan tujuan mempelajari Akidah Islam.
  4. Mengidentifikasi manfaat mempelajari akidah dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Menjelaskan pengertian Iman, Islam, dan Ihsan.
  6. Menganalisis keterkaitan antara Iman, Islam, dan Ihsan.
  7. Mengomunikasikan contoh fenomena kebenaran akidah Islam dalam bentuk peta konsep atau media lain.

 

E. IKLIM/BUDAYA MADRASAH

  • Menciptakan suasana kelas yang penuh kasih sayang (mahabbah fillah), di mana setiap peserta didik merasa dihargai dan aman untuk bertanya dan berpendapat.
  • Membiasakan memulai dan mengakhiri pembelajaran dengan doa sebagai wujud cinta dan kepasrahan kepada Allah Swt.
  • Mendorong budaya literasi Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber utama ilmu dan cinta.

 

F. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Kisah Siti Masyitoh yang teguh mempertahankan imannya sebagai bukti nyata kekuatan akidah yang dilandasi cinta sejati kepada Allah Swt.

 

G. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

  • Model Pembelajaran: Discovery Learning, Project-Based Learning
  • Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
    • Mindful Learning: Mengajak peserta didik melakukan perenungan (tafakur) terhadap ciptaan Allah (gambar alam semesta) dan kisah inspiratif untuk menumbuhkan kesadaran dan cinta akan kebesaran-Nya.
    • Meaningful Learning: Menghubungkan konsep akidah dengan kisah Siti Masyitoh dan fenomena alam semesta, sehingga pembelajaran menjadi relevan dan bermakna.
    • Joyful Learning: Menggunakan metode diskusi kelompok yang aktif, permainan, dan pembuatan karya kreatif (peta konsep) untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
  • Metode Pembelajaran: Diskusi, tanya jawab, ceramah interaktif, penugasan proyek.
  • Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
    • Diferensiasi Konten: Menyediakan materi dalam berbagai format (teks, gambar, kisah naratif) untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda.
    • Diferensiasi Proses: Memberikan pilihan kepada peserta didik dalam mengerjakan tugas kelompok, misalnya dengan membagi peran (pencari dalil, penulis, juru bicara).
    • Diferensiasi Produk: Memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk menyajikan hasil analisis dalam berbagai bentuk (peta konsep, poster digital, presentasi singkat).

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

  • Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan guru SKI untuk memperdalam konteks sejarah dan guru Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan analisis teks.
  • Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Menjalin kemitraan dengan orang tua untuk mendukung pembiasaan perilaku yang mencerminkan akidah di rumah.
  • Mitra Digital: Menggunakan platform edukasi online untuk mencari referensi tambahan dan membuat produk pembelajaran digital.

LINGKUNGAN BELAJAR

  • Ruang Fisik: Pengaturan tempat duduk yang fleksibel (berkelompok) untuk mendukung diskusi dan kolaborasi. Menempelkan kaligrafi dan kutipan inspiratif tentang akidah dan cinta.
  • Ruang Virtual: Memanfaatkan grup belajar online untuk berbagi materi dan mengumpulkan tugas.
  • Budaya Belajar: Membangun budaya saling menghargai pendapat, berani bertanya, dan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu sebagai jalan mengenal Allah.

PEMANFAATAN DIGITAL

  • Menayangkan video singkat atau gambar-gambar inspiratif yang berkaitan dengan kebesaran Allah.
  • Menggunakan aplikasi pembuatan peta konsep atau desain grafis sederhana untuk tugas produk.
  • Mencari referensi dalil dan kisah melalui situs-situs Islam yang terpercaya.

 

H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PERTEMUAN 1 (2 JP : 80 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya

Pembahasan: Pengertian dan Dasar-Dasar Akidah Islam

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

  • Salam dan Doa Cinta: Guru membuka pelajaran dengan salam hangat dan mengajak peserta didik berdoa bersama, menanamkan niat belajar sebagai wujud cinta kepada Allah.
  • Apersepsi Penuh Makna: Guru menampilkan gambar alam semesta (galaksi, tata surya) dan bertanya, "Anak-anak yang saya cintai, saat melihat keindahan ini, apa yang terlintas di hati kalian? Siapakah Pencipta yang Maha Hebat di baliknya?" (Meaningful)
  • Menyentuh Hati: Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan konsep akidah sebagai "ikatan" atau "perjanjian" cinta kita dengan Sang Pencipta.
  • Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa yang memotivasi, "Hari ini, kita akan memulai perjalanan indah untuk memahami ikatan cinta kita kepada Allah, yaitu Akidah Islam."

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

  • Mengamati dengan Cinta: Peserta didik diminta membaca dan mengamati kisah Siti Masyitoh (BUKU, hlm. 5-6) yang menunjukkan kekuatan akidah. (Mindful)
  • Diskusi Kelompok (Diferensiasi Proses): Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok berdiskusi untuk menjawab:
    1. Apa arti "akidah" menurut pemahaman kalian setelah membaca kisah Siti Masyitoh?
    2. Mengapa Siti Masyitoh rela berkorban demi akidahnya? Kekuatan cinta seperti apa yang dimilikinya?
  • Eksplorasi Konsep: Guru memberikan penguatan materi tentang pengertian akidah secara bahasa dan istilah, serta menjelaskan dasar-dasar Akidah Islam (Al-Qur'an dan Hadis) sebagai surat cinta dari Allah dan Rasul-Nya. (Joyful)
  • Pembelajaran Berdiferensiasi:
    • Proses: Dalam kelompok, peserta didik dengan gaya belajar visual dapat membuat sketsa sederhana tentang kisah Siti Masyitoh, sementara yang auditori bisa fokus mencari dalil-dalil yang relevan.
    • Produk: Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya pada selembar kertas dalam bentuk poin-poin singkat atau bagan sederhana.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Refleksi Cinta: Guru mengajak peserta didik merenung, "Apa satu hal baru tentang cinta kepada Allah yang kalian pelajari hari ini?"
  • Rangkuman: Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa akidah adalah fondasi cinta seorang hamba kepada Allah yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis.
  • Tindak Lanjut: Peserta didik diminta mencari satu ayat Al-Qur'an tentang keimanan di rumah.
  • Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 2 (2 JP : 80 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu

Pembahasan: Tujuan dan Manfaat Mempelajari Akidah Islam

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

  • Salam dan Doa: Memulai dengan salam dan doa, menguatkan niat menuntut ilmu karena cinta.
  • Review Bermakna: Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya dengan bertanya, "Siapa yang masih ingat, apa sumber utama dari akidah kita sebagai surat cinta dari Allah?"
  • Membangun Rasa Ingin Tahu: Guru mengajukan pertanyaan pemantik, "Menurut kalian, mengapa kita perlu repot-repot belajar akidah? Apa gunanya untuk kehidupan kita?"

KEGIATAN INTI (55 MENIT)

  • Kajian Materi: Guru menjelaskan tujuan mempelajari akidah Islam (BUKU, hlm. 12-14) dengan menekankan bahwa tujuannya adalah untuk memurnikan cinta kita kepada Allah, menghindarkan diri dari "cinta" yang salah (kemusyrikan), dan membimbing akal kita dengan cahaya cinta-Nya. (Meaningful)
  • Diskusi Kelompok "Manfaat Cinta": Peserta didik kembali ke kelompoknya dan mendiskusikan:
    1. Bagaimana akidah yang kuat bisa membuat hidup kita lebih tenang dan bahagia?
    2. Cari contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana orang yang punya akidah kuat (cinta mendalam pada Allah) bersikap saat menghadapi masalah. (Mindful)
  • Presentasi Ceria: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat dan kreatif. Guru memberikan apresiasi untuk setiap presentasi. (Joyful)
  • Pembelajaran Berdiferensiasi:
    • Proses: Kelompok dapat memilih untuk menyajikan hasil diskusinya melalui cerita pendek, poin-poin, atau drama singkat.
    • Produk: Hasil diskusi bisa dituangkan dalam kertas plano atau presentasi digital sederhana.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Refleksi: Guru bertanya, "Setelah mengetahui tujuannya, apakah kalian semakin semangat untuk memperkuat ikatan cinta dengan Allah melalui akidah?"
  • Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa mempelajari akidah bertujuan untuk menjaga kemurnian cinta kita kepada Allah dan memberikan arah hidup yang benar.
  • Tindak Lanjut: Peserta didik diminta untuk merenungkan satu manfaat mempelajari akidah yang paling mereka rasakan.
  • Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 3 (2 JP : 80 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya

Pembahasan: Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

  • Salam dan Doa: Membuka dengan penuh semangat cinta.
  • Apersepsi: Guru menampilkan tiga kata di papan tulis: IMAN (Percaya dalam Hati), ISLAM (Tunduk dalam Perbuatan), IHSAN (Merasa Diawasi dengan Cinta). Guru bertanya, "Apa hubungan antara ketiga kata ini?"

KEGIATAN INTI (60 MENIT)

  • Eksplorasi Konsep: Guru menjelaskan pengertian Iman, Islam, dan Ihsan satu per satu (BUKU, hlm. 14-16).
    • Iman: Dijelaskan sebagai cinta yang terpatri di dalam hati.
    • Islam: Dijelaskan sebagai bukti cinta melalui perbuatan (rukun Islam).
    • Ihsan: Dijelaskan sebagai puncak cinta, yaitu beribadah seolah-olah melihat Allah, atau setidaknya merasa dilihat oleh-Nya. (Meaningful)
  • Aktivitas "Tiga Pilar Cinta": Peserta didik dalam kelompok membuat analogi atau perumpamaan untuk menjelaskan hubungan ketiganya. Contoh: Iman adalah fondasi, Islam adalah bangunan, dan Ihsan adalah keindahan dan kesempurnaan bangunan tersebut. (Joyful)
  • Berbagi Inspirasi: Setiap kelompok membagikan analogi yang mereka buat. Guru memberikan penguatan bahwa ketiganya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam perjalanan cinta seorang hamba.
  • Pembelajaran Berdiferensiasi:
    • Proses: Peserta didik dapat menggunakan alat bantu visual (gambar, diagram) untuk membuat analogi mereka.
    • Produk: Analogi dapat disajikan secara lisan atau digambarkan dalam sebuah poster sederhana.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

  • Refleksi Mendalam: Guru mengajak peserta didik merenung, "Sudahkah Iman, Islam, dan Ihsan menyatu dalam diri kita?" (Mindful)
  • Rangkuman: Menyimpulkan bahwa Iman, Islam, dan Ihsan adalah tiga dimensi yang menyempurnakan akidah dan cinta kita kepada Allah.
  • Tindak Lanjut: Peserta didik diminta untuk mencoba menerapkan konsep Ihsan (merasa diawasi Allah) dalam shalat mereka nanti malam.
  • Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 4 (2 JP : 80 MENIT)

Topik Panca Cinta: Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu

Pembahasan: Hubungan Iman, Islam, Ihsan dan Proyek Kreatif

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

  • Salam dan Doa: Mengawali dengan niat tulus karena cinta.
  • Review: Guru menanyakan pengalaman peserta didik menerapkan Ihsan dalam shalat.
  • Pengantar Proyek: Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan menuangkan pemahaman cinta mereka tentang akidah dalam sebuah karya.

KEGIATAN INTI (55 MENIT)

  • Penguatan Konsep: Guru mengulas kembali hubungan Iman, Islam, dan Ihsan (BUKU, hlm. 16) sebagai sebuah siklus cinta: keyakinan di hati (Iman) mendorong perbuatan (Islam), dan perbuatan yang dilakukan dengan kesadaran penuh (Ihsan) akan menguatkan kembali keyakinan di hati.
  • Proyek Peta Konsep Cinta (Diferensiasi Produk): Secara berkelompok, peserta didik membuat sebuah peta konsep atau poster dengan tema "Perjalanan Cintaku: Akidah Islam". Peta konsep harus memuat:
    1. Pengertian Akidah
    2. Dasar Akidah (Al-Qur'an & Hadis)
    3. Tujuan Akidah
    4. Hubungan Iman, Islam, dan Ihsan
    5. Dihias dengan sentuhan visual yang menarik. (Joyful & Meaningful)
  • Kerja Kelompok Kreatif: Peserta didik bekerja sama dalam kelompoknya, saling berbagi ide dan menuangkan pemahaman mereka. Guru berkeliling memberikan bimbingan.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Pameran Karya: Hasil karya setiap kelompok dipajang di dinding kelas.
  • Apresiasi: Peserta didik saling melihat dan memberikan apresiasi terhadap karya kelompok lain.
  • Refleksi Akhir Bab: Guru menutup pembahasan Bab 1 dengan mengajak peserta didik bersyukur atas ilmu dan pemahaman baru tentang akidah sebagai landasan cinta kepada Allah. (Mindful)
  • Penutup: Salam dan doa.

 

I. ASESMEN PEMBELAJARAN

ASESMEN DIAGNOSTIK (Awal Pembelajaran)

  • Tanya jawab singkat di awal pertemuan pertama untuk mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang konsep Tuhan dan rukun Iman.

ASESMEN FORMATIF (Proses Pembelajaran)

  • Observasi keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok.
  • Penilaian presentasi singkat hasil diskusi.
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran untuk memeriksa pemahaman.

ASESMEN SUMATIF (Akhir Pembelajaran)

  • Penilaian produk akhir: Peta Konsep "Perjalanan Cintaku: Akidah Islam" dengan rubrik penilaian yang mencakup kelengkapan konten, kreativitas, dan kerapian.
  • Uji Kompetensi (soal pilihan ganda dan esai) di akhir bab untuk mengukur pemahaman konseptual secara keseluruhan (dapat diambil dari BUKU, hlm. 19-21).

 

 

Mengetahui,

Kepala Madrasah

 

 

 

SANIWAR, S. Pd. I

 

Sungai Malaya,        2026

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

SANIWAR, S. Pd. I

 

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Saniwar Beny

- Kepala Sekolah -

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh Pada zaman digital saat ini, web sebuah lembaga pendidikan sangat diperlukan sebagai salah satu bentuk eksistensi...

Berlangganan
Tautan
Banner