Guru dan Panggilan Allah

30 Jul 2026 Inspirasi administrator 101x dibaca
Guru dan Panggilan Allah

Sungai Malaya, mts.mifdaptb.or.id

Guru adalah istilah yang disematkan kepada mereka yang mengajar, mendidik dan menyebarkan ilmu. Bisa kiai, ustad, guru madrasah dan sebagainnya. Kesemuanya sama, tidak memiliki perbedaan, baik mengajarkan pengetahuan agama maupun pengetahuan umum. Islam tidak membelah pengetahuan antara pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Tidak ada dikotomi pengetahuan agama dan umum dalam Islam.

Memang, agama Islam lebih menekankan pengetahuan tentang Islam, khususnya ilmu yang bisa menopang aktifitas ibadah seperti ilmu fikih sebagai pondasi untuk keabsahan dan kesempurnaan ibadah. Karenanya, penting bagi umat Islam mendidik anak-anaknya supaya memiliki pengetahuan agama sebagai pondasi keberagamaan yang mutlak harus dimiliki.

Namun, penguasaan terhadap ilmu pengetahuan seperti sains, IT, matematika, biologi, kimia, keorganisasian, managemen dan lain-lain tak kalah penting juga. Bukankah Allah sendiri yang berkata "Jangan engkau lupakan bagianmu di dunia". 

Bukankah masa keemasan Islam yang pernah ditorehkan dalam sejarah itu karena umat Islam menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan?

Ibnu Sina ahli kedokteran, Ibnu Al Haitham ahli optik modern, Al Razi juga ahli kedokteran, Al Khawarizmi ilmuan matematika, Al Biruni ahli astronomi, Al Kindi tokoh sains dan filsafat, Ibnu Khaldun dijuluki bapak sosiologi dan sejarahwan, dan masih banyak tokoh-tokoh Islam yang menguasai berbagai ilmu pengetahuan yang kita menyebutnya ilmu umum. 

Dengan demikian, semua ilmu pengetahuan sangat dimuliakan dalam Islam. Maka, pengajar dan pelajarnya juga dimuliakan. Hal ini menegaskan bahwa guru adalah mereka yang dipanggil oleh Allah secara khusus, atau orang-orang khusus yang dipanggil oleh Allah untuk mengajarkan ilmu-Nya kepada generasi umat Islam.

Semua ilmu pengetahuan adalah sumber kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ilmu pengetahuan juga menjadi sarana menegakkan kebenaran dan keadilan, serta untuk membimbing manusia menuju jalan yang diridhai oleh Allah.

Memang, guru seperti guru di madrasah tidak akan mendapat penghormatan atau publik tidak memandang sebagai profesi yang memiliki martabat tinggi. Hal ini justru lebih menguntungkan karena lebih baik viral di langit dari pada viral dan terkenal hanya di bumi. 

Ibnu Mubarak dalam kitabnya Tahdzibil Kamal menegaskan: "Setelah derajat kenabian, tidak ada derajat yang lebih tinggi dari pada menyebarkan ilmu pengetahuan".

Oleh karena itu, dengan niat memperoleh ridho Allah semoga kita selalu diberi kekuatan, diberikan kesabaran dan keikhlasan.


Kembali
0 Komentar
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar